pacaran beda agama… subjektif sekali menurutku. -dari blog tdahulu juga-
eheheh… pacaran beda agama ? Yang pertama menurutku tergantung seseorang memandang agama itu sebagai suatu "apa" dalam dirinya. dan juga tergantung memandang pacaran sebagai suatu "apa". yang pertama mungkin jawaban pacaran sebagai suatu "apa"? kalo pacaran hanya untuk "berteman lebih dekat" tentu beda agama bukan soal. cuman kalo pacaran dianggap sebagai suatu jalan menuju penikahan tentu beda agama harus dikajilebih.jadi jawaban dari pertanyaan pertama harus dijawab terlebihdahulu. Agama sebagai apa dalam hidup kita? sebagai jalan hidup? berarti pacaran beda agama rodo2 berat sebagai jalan berkomunikasi dengan Tuhan kita doank? masih bisa ditolerirlah.. ato bukan sebagai "apa-apa"
berarti pacaran beda agama..wokeeeh kayaknya dari dua pertanyaan tsb setidaknya dapat menjawab pertanyaan - pertanyaan kitas eanjutnya tentang respon lingkunganlah..anaklah…akheratlah…
) kesimpulannya : secara subyektif sekali menurutku gak usah dech
*terima kasih untuk seseorang yang pernah menungguiku di Empire 21 (sewaktu masih ada) sementara aku ketiduran dirumah. sungguh suatu pengalaman yang berharga. maafkan tidak bisa membahagiakanmu T_T* **hidup benar2 hanya pilihan**
